{"id":1316,"date":"2021-10-03T08:10:19","date_gmt":"2021-10-03T08:10:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.smkn-klakah.sch.id\/?p=1316"},"modified":"2021-10-03T09:35:47","modified_gmt":"2021-10-03T09:35:47","slug":"gerakan-literasi-sekolah-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/?p=1316","title":{"rendered":"<b> GERAKAN LITERASI SEKOLAH <\/b>"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"http:\/\/www.smkn-klakah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2019-04-10_Gerakan-Literasi-Sekolah.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1317\" srcset=\"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2019-04-10_Gerakan-Literasi-Sekolah.jpg 720w, https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/2019-04-10_Gerakan-Literasi-Sekolah-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption>Gerakan Literasi Sekolah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Apa yang dimaksud Gerakan Literasi \nSekolah ?Pada kesempatan ini kita &nbsp;akan membahas apakah itu literasi \nsekolah dan hal yang melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya\n pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.<\/p>\n\n\n\n<p>Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah \nkemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas \nmelalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, \nmenulis, dan\/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah \nupaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai \norganisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui \npelibatan publik (Kemendikbud, 2016).<\/p>\n\n\n\n<p>Gerakan Literasi Sekolah adalah suatu \nusaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga \nsekolah (mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga \nkependidikan, pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua\/wali murid \npeserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh \nmasyarakat yang biisa merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dan \nlain sebagainya), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi \nDirektorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan\n dan Kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan \nsosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh \nuntuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik, pembiasaan \nini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi literasi memiliki makna dan \nimplikasi dari keterampilan membaca dan menulis dasar ke pemerolehan dan\n manipulasi pengetahuan melalui teks tertulis, dari analisis \nmetalinguistik unit gramatikal ke struktur teks lisan dan tertulis, dari\n dampak sejarah manusia ke konsekuensi filosofis dan sosial pendidikan \nbarat (Goody &amp; Watt, 1963). Bahkan perubahan evolusi manusia \nmerupakan dampak dari pemikiran literasi (Donald, 1991).<\/p>\n\n\n\n<p>Literasi atau dalam bahsa inggris \nliteracy merupakan landasan untuk kegiatan belajar sepanjang hayat. Hal \nini sangat penting untuk pembangunan sosial dan manusia demi \nmeningkatkan kemampuan agar dapat merubah hidup ke arah yang lebih baik.\n Semula literasi hanya diartikan sebagai kemelek-hurufan. Namun hal ini \nmerupakan persepsi yang salah. Mengartikan literasi sebagai \nkemelek-hurufan dapat berakibat pada terjadinya anomali melek huruf. \nDimana yang dimaksudkan melek huruf adalah hanya berkisar pada kemampuan\n baca tulis secara harfiah dan teknis. Bukan secara budaya dan mendalam.\n Oleh karena itu literasi lebih sesuai diartikan sebagai keberaksaraan.<\/p>\n\n\n\n<h3>Tujuan Gerakan Literasi Sekolah<\/h3>\n\n\n\n<p>Tujuan umum gerakan literasi sekolah \nyaitu untuk menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui \npembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan \nLiterasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Selain \nitu adapula tujuan khusus gerakan literasi sekolah diantaranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Menumbuh kembangkan budaya literasi di sekolah.<\/li><li>Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.<\/li><li>Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.<\/li><li>Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3>Komponen Literasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut Clay (2001) dan Ferguson, Komponen literasi dapat dijelaskan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Literasi Dini (Early Literacy)<\/strong>,\n yakni kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan \nberkomunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya \nberinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman peserta \ndidik dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan\n literasi dasar.<\/li><li><strong>Literasi Dasar (Basic Literacy)<\/strong>,\n yakni kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan \nmenghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk \nmemperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), \nmengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan \npemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.<\/li><li><strong>Literasi Perpustakaan (Library Literacy)<\/strong>,\n yakni kemampuan memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan \nnonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey \nDecimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam \nmenggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, \nhingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang \nmenyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi \nmasalah.<\/li><li><strong>Literasi Media (Media Literacy)<\/strong>,\n yakni kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, \nseperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), \nmedia digital (media internet) dan memahami tujuan penggunaannya.<\/li><li><strong>Literasi Teknologi (Technology Literacy)<\/strong>,\n yakni kemampuan untuk memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi \nseperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika \ndan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Selanjutnya, kemampuan dalam \nmemahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses \ninternet. Dalam praktiknya, juga pemahaman menggunakan komputer \n(Computer Literacy) yang di dalamnya mencakup menghidupkan dan mematikan\n komputer, menyimpan dan mengelola data, serta mengoperasikan program \nperangkat lunak. Sejalan dengan membanjirnya informasi karena \nperkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam \nmengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat.<\/li><li><strong>Literasi Visual (Visual Literacy)<\/strong>,\n yakni pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi \nteknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan \nmemanfaatkan materi visual dan audio visual secara kritis dan \nbermartabat. Tafsir terhadap materi visual yang tidak terbendung, baik \ndalam bentuk cetak, auditori, maupun digital (perpaduan ketiganya \ndisebut teks multimodal), perlu dikelola dengan baik.<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang dimaksud Gerakan Literasi Sekolah ?Pada kesempatan ini kita &nbsp;akan membahas apakah itu literasi sekolah dan hal yang melingkupinya.Mari<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1317,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout"},"categories":[46],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1316"}],"collection":[{"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1316"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1318,"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1316\/revisions\/1318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn-klakah.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}