PENGALAMAN DIKLATKU SELAMA DI SURABAYA

Oleh Ardi Kelas XII TPTU
Pada saat mengikuti kelas akselerasi di Surabaya saya seperti mendapatkan telur emas, dengan artian banyak pengalaman serta hal-hal yang saya dapatkan dari kelas tersebut.
Pada saat dua minggu saya berada disana saya belajar bagaimana hidup mandiri serta memenuhi kebutuhan saya selama berada disana, meskipun dalam hal makanan sudah disediakan oleh panitia, tetapi hal lain seperti baju dan kebutuhan lain mesti dipenuhi secara mandiri, tinggal dua minggu di Surabaya juga mengajarkan saya arti dari kekeluargaan dan kebersamaan. Pasalnya saya bertemu dengan banyak sekali teman-teman baru. Melihat

dan bertemu dengan mereka seperti menemukan bhineka tunggal ika itu sendiri, karena banyak dari teman-teman saya berasal dari daerah yang lain dengan budaya yang lain dan bahasa yang lain pula meski sama-sama berasal dari Jawa Timur akan tetapi logat dan perbedaan katanya selalu ada.
Disisi lain pengetahuan saya yang saya dapat disekolah masih lah seperti setetes air ditengah samudra, banyak hal yang belum saya ketahui mengenai kompetensi saya sendiri, disana saya diajarkan lebih detail mengenai kompetensi saya dalam hal ini adalah instalasi AC ruangan. Tidak hanya diajarkan soal kemandirian pada saat kelas akselerasi juga dituntut untuk memiliki mental baja, untuk mendapatkan mental seperti baja haruslah ditempa terus menerus hal inilah yang dilakukan oleh para instruktur disana demi
membentuk mental serta karakter yang kuat. Di kelas akselerasi juga saya diajarkan tentang kegigihan dalam artian melalui semua materi serta ujian yang dihadapkan dengan penuh tekad dan niat. Saya juga diajarkan tentang kedisiplinan dari hal-hal besar hingga hal-hal terkecil sekalipun, kedisiplinan yang diterapkan saya rasa lebih efektif untuk anak-anak zaman sekarang. Dalam hal ini saya rasa pelatihan yang saya dapat tidak hanya sekedar pelatihan biasa, namun didalamnya terdapat banyak sekali hal-hal yang diajarkan oleh para instruktur yang menjadikan saya lebih tahu bagaimana harus bersikap dan bagaimana saya bercakap.

Karena ini adalah pelatihan kedua setelah kelas reguler banyak hal yang baru dari kelas akselerasi, dengan semua tekanan, materi, serta tuntutan yang lain, saya diharapkan untuk mudah beradaptasi. Meski pada hari-hari pertama kelas akselerasi saya merasa tidak percaya diri karena dihadapkan dengan para siswa terbaik se-Jawa Timur, akan tetapi saya tetap percaya dengan kemampuan saya hal ini saya dapatkan atas dasar dukungan dari teman-teman serta para guru saya yang selalu suportif. Sehingga saya mampu menuntaskan ujian-ujian yang diberikan kepada saya dengan lancar serta lulus dengan predikat baik, sekali lagi hanya ucapan terimakasih yang dapat saya berikan kepada
teman-teman dan para guru yang selalu percaya kepada saya. Tak lupa untuk para
instruktur yang selama kelas akselerasi juga telah berperan besar atas kelulusan saya, saya hanya mampu mengucap terima kasih yang tak ada habisnya.
Semua yang diajarkan oleh instruktur telah menyadarkan saya bahwa pengetahuan saya masihlah pendek masihlah sempit, oleh karena itu di akhir penutupan para instruktur juga memberi pesan agar tidak pernah berhenti untuk belajar dan berkembang, jika tidak maka kitalah yang akan tergerus habis oleh perkembangan zaman.
